fastener 6 politeknik negri balikpapan { persembahan by ilyas}

Mengencangkan Baut

 

Tujuan Pelajaran

Setelah menamatkan modul ini dengan berhasil, siswa diharapkan memahami dan mampu menggunakan fastener.

Kriteria Penilaian

  1. Mampu menjelaskan tentang tujuan pengencangan baut.
  2. Memahami istilah clamping force (proof load), yield point (elastic limit), dan tensile strength.
  3. Mampu mendefinisikan dan menghitung torsi.
  4. Mampu mengidentifikasi jenis-jenis wrench dan cara pengunaannya yang benar.
  5. Memahami metode torque turn to yield.
  6. Memahami cara lain untuk memperoleh tegangan fastener yang benar
  7. Mampu mengidentifikasi msalah-masalah lain dalam mempertahankan torsi yang benar.

Penilaian

Setelah menamatkan modul ini, anda akan diminta menjawab dengan benar Soal-soal Latihan yang disediakan pada bab ini, dan lulus test kemampuan.


 

Pendahuluan

1.  Pemutaran (Torquing) dan Pengencangan Baut

Torsi yang pas harus diberikan pada sebuah baut untuk menjaga agar fastener tidak kehilangan tegangan yang menahan dua objek atau komponen.

2.  Istilah-istilah yang berkaitan dengan pemutaran baut

Clamp load (Beban Jepitan)

Besar gaya yang dapat ditahan oleh sebuah baut tanpa menimbulkan efek yang buruk.  Dua buah baut dapat menahan gaya dua kali lipat besarnya, dan seterusnya.

Proof load

Beban aman maksimum yang dapat diberikan tanpa menyebabkan perubahan bentuk, misalnya bengkok.

Ultimate Tensile Strength (Titik Patah)

Titik dimana baut akan patah.

Yield Point (Titik Bengkok/Tekuk)

  • Titik elastis
  • Bila dilampaui, baut tidak akan kembali ke panjangnya semula.
  • Pada baja, titik ini dicapai bila beban sudah cukup untuk meningkatkan kekuatan fastener sebesar 0,002” untuk setiap inci panjang beban).  Jika setelan sudah ditetapkan, beban yang dibutuhkan tergantung pada grade dari fastener-nya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada gambar tersebut di atas, dua komponen diikatkan dengan menggunakan sebuah baut UNC grade 5 berdiameter ½”.  Yield strength  minimum baut tersebut adalah 17.030 pound.  Baut ini mendapat beban sebesar 15.000 pound.  Segera setelah beban melampaui yield point, baut akan meregang secara permanen.  Akibatnya, bila beban dilepaskan, baut akan kendur.

PERHATIAN:  Apa yang terjadi sekarang adalah seorang mekanik yang sedang melakukan pemeriksaan pemeliharaan (maintenance check) mengencangkan mur (nut) tersebut.  Mesin kembali bekerja dan baut tetap dalam keadaan regang.  Ini dapat menimbulkan bahaya.

Catatan: masih diperlukan 17.030 pound untuk menyebabkan baut patah.

Jika tidak menyebabkan patah yang berbahaya, mekanik akan menemukan baut kendur lagi.  Hal ini dapat menyebabkan mekanik “dongkol”, dan membuat ia menggunakan sebuah “cheater bar” untuk mengencangkan nut.  Jika baut (bolt) patah, ia beruntung, daripada baut tersebut patah pada saat mesin sedang bekerja.  Jika baut tersebut patah, mekanik tersebut dapat menggantikannya dengan baut UNC grade 5 berdiameter ½” dan prosesnya dari awal lagi.  Jika ia pikir baut tersebut tidak cukup kuat, ia dapat menggantinya dengan baut yang berukuran sama tetapi dari grade yang lebih tinggi.  Atau, ia dapat membor lubang yang lebih besar dan memasang baut yang mempunyai grade sama tetapi berdiameter lebih besar.  Kadang-kadang cara ini tidak praktis, beban jepit (clamping load) yang lebih besar dapat saja diperoleh dengan menggunakan fastener yang berdrat halus (fine thread


fastener).  Jangan lupa, penambahan sedikit saja diameter akan menentukan bertambahnya kekuatan baut dengan grade yang sama.

 

 

 

 


 

 

(Cara Mengukur Torsi)

 

3.      Torsi dan Cara Menghitung Torsi

Torsi adalah usaha putar (turn effort) yang dinyatakan dalam gaya dikalikan jarak, yaitu Imp, pound-feet (lb-ft) atau foot-pound (ft-lb) Metric, Newton-meter (Nm).

  • adalah cara untuk mengukur tegangan atau regangan pada fastener yang dibutuhkan untuk mengikat atau menahan ikatan dua komponen atau lebih.

Penghitungan:

Torsi = Gaya x Jarak

Dengan extension:

 

 

 

 

                        L = panjang wrench
                        A = panjang pemuaian
                        Ta = torsi pada ujung extension
                        Tw = torsi yang ditunjukkan oleh torque wrench

Contoh:

Baut (bolt) membutuhkan torsi sebesar 250 ft-lbs (339 Nm)
Panjang torque wrench adalah 2 ft. (0.6m)
Panjang extension adalah 6 inch (0.15m)

                       

Catatan:

Rumus berikut ini dapat digunakan jika kunci (wrench) yang anda gunakan dilengkapi dengan penunjuk torsi dan anda ingin tahu berapa torsi yang sedang diaplikasikan pada baut (bolt).

 

 

 

 

 

4.      Jenis –jenis torque wrench dan cara penggunaannya yang benar

Jenis-jenis Torque Wrench:
  • Beam – membaca defleksi jarum penunjuk (pointer) yang dipasang kepala torque wrench
  • Dial – menunjukkan pada suatu dial bila torsi yang diinginkan sudah dicapai.
  • Click – bila wrench mengeluarkan bunyi “klik”, itu berarti torsi yang ditetapkan sudah tercapai.

Cara Menggunakannya:

  • Untuk mencapai torsi yang tepat, tekanan yang lembut dan terus menerus harus diberikan pada torque wrench.
  • Torque Wrench jenis click harus disetel pada angka (reading) terendah bila sedang tidak digunakan.
  • Jika gerakan pemutaran menjadi loncat-loncat, putar balik dan coba lagi dengan menarik secara konstan (sambung) kemudian bacalah alat pengukur pada saat bergerak.

 

 

 

 

5.  Metode Torque Turn to Yield

  • Banyak pabrik pembuat alat dewasa ini menggunakan cara ini untuk mengatasi ketidakakuratan pemutaran karena friksi menyebabkan 90% torsi.
  • Sebuah torque well dalam batas kunci torsi rata-rata (average torque wrench) dipilih sebagai titik awal (starting point).
  • Dinyatakan                                    75 ft – lbs.

                                                            Plus 90 derajat

                                                            Plus 90 derajat

  • Dapat berupa sebuah baut standar (standard bolt) atau sebuah torque to yield bolt yang sesungguhnya.

 

 

 

6.  Cara-cara Lain Untuk Memperoleh Tegangan yang Tepat

  • Micrometer – mengukur regangan (stretch) baut (bolt) atau stud
  • Indicator – dipasang pada bagian pusat baut (bolt) atau stud

–          jika indikator longgar, maka tegangan tidak tepat.

 

 

 

 

7.  Masalah-masalah dalam menjaga Torsi yang Tepat

 
Soft washer
  • Mengompres lebih lanjut dibawah impak, beban siklus, atau getaran yang menyebabkan baut (bolt) releks – dan kehilangan beban awal (pre-load).

Benjolan-benjolan (burrs) dan Ujung-ujung yang Tajam.

  • Baut yang baik mempunyai jari-jari yang lebih kecil dari kepala (head) untuk mendistribusikan beban pada kepala dan mengurangi pemusatan tekanan.
  • Pembuatan lubang pada sepotong baja akan menyisakan benjolan logam yang tajam.  Jika filet ini tersentuh, maka kepala dapat terpisah dari batang (shank).


 

 

Pemecahan:

  • Gerus (chamfer) bagian atas lubang atau besarkan ukuran lubang 1/32” sampai 1/16”.
  • Yang paling mudah adalah dengan menggunakan sebuah flat washer, bagian yang bundar flat washer menghadap ke kepala baut untuk melindungi filet.

Penggunaan Ulang Fastener dalam Aplikasi yang Kritis.

  • Sebah mur (nut), setelah diputar satu kali, tidak akan pernah pas lagi, walaupun dengan baut yang baru.  Semakin banyak friksi yang diberikan mur (nut) pada baut (bolt), maka gaya ikatnya pada baut akan berkurang.

 

 

 

 

 

  • Gaya jepit asli hanya dapat diperoleh hanya jika mur (baut)-nya baru.
  • Masing-masing ulir pada fastener mengakomodasi besar regangan tertentu.
  • Jika hanya sedikit ulir yang muncul untuk mencapai regangan total, maka usia fungsi-nya akan berkurang.
  • Cap screw harus diputar ke dalam ulir sampai 1 1/2 kali diameternya.
  • Drat baut yang menonjol dari mur (nut) tidak boleh melebihi tebal 2 flat washer.
Panjang Baut (Bolt) dan Cap Screw yang Tidak Memadai

 

 

 

 

Impact Wrench
  • Mur (nut) yang berputar pada kecepatan tinggi akan berhenti dengan tiba-tiba jika membentur benda kerja.
  • Dapat menyebabkan timbulnya takikan pada akar ulir dan juga merusak filet di bawah kepala baut.
  • Waktu yang “aman” untuk menggunakan impact wrench adalah setelah mur (nut) betul-betul sudah menyentuh benda kerja.

 

 

Soal-soal Latihan

Usahakan menjawab semua soal tanpa membuka modul.  Jika anda kesulitan menjawab soal-soal, baca kembali modul dan jawab lagi soal.  Jangan lupa menggunakan satuan jika dibutuhkan untuk hitungan.

Setelah menjawab soal-soal latihan ini, cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian akhir modul.

1)      Pilih pernyataan yang benar.

  1. Titik belok (yield point) adalah titik dimana baut (bolt) akan patah.
  2. Proof load adalah beban dimana baut (bolt) tidak akan kembali ke panjangnya semula.
  3. c.       Clamp load adalah besar gaya yang dapat ditahan oleh baut (bolt) tanpa menimbulkan efek yang buruk.

2)      Jelaskan definisi torsi (torque)

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

3)      Tuliskan rumus untuk menghitung torsi.

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

4)      Dengan menggunakan rumus menghitung torsi, hitunglah torsi yang diaplikasikan pada wrench di bawah ini.

Panjang wrench = 18 inch

Gaya = 150lbs.

 

 

5)      Sebutkan 3 jenis torque wrench.

  1.  
  2.  
  3.  

6)      Besar friksi adalah ___________ dari torsi.

  1. 75%
  2. 90%
  3. 10%
  4. 50%

7)      Baut khusus harus digunakan dengan menggunakan metode torque turn to yield.

  1. Benar
  2. Salah

8)      Sebutkan dua cara mencapai tegangan baut (bolt) yang tepat

  1.  
  2.  

9)      Bagaimana cara yang baik untuk memasang sebuah flat washer?

  1.  
  2.  

10)  Seberapa jauh sebuah cap screw diputar masuk ke dalam drat?

 

 

Mengencangkan Baut

 

Tujuan Pelajaran

Setelah menamatkan modul ini dengan berhasil, siswa diharapkan memahami dan mampu menggunakan fastener.

Kriteria Penilaian

  1. Mampu menjelaskan tentang tujuan pengencangan baut.
  2. Memahami istilah clamping force (proof load), yield point (elastic limit), dan tensile strength.
  3. Mampu mendefinisikan dan menghitung torsi.
  4. Mampu mengidentifikasi jenis-jenis wrench dan cara pengunaannya yang benar.
  5. Memahami metode torque turn to yield.
  6. Memahami cara lain untuk memperoleh tegangan fastener yang benar
  7. Mampu mengidentifikasi msalah-masalah lain dalam mempertahankan torsi yang benar.

Penilaian

Setelah menamatkan modul ini, anda akan diminta menjawab dengan benar Soal-soal Latihan yang disediakan pada bab ini, dan lulus test kemampuan.


 

Pendahuluan

1.  Pemutaran (Torquing) dan Pengencangan Baut

Torsi yang pas harus diberikan pada sebuah baut untuk menjaga agar fastener tidak kehilangan tegangan yang menahan dua objek atau komponen.

2.  Istilah-istilah yang berkaitan dengan pemutaran baut

Clamp load (Beban Jepitan)

Besar gaya yang dapat ditahan oleh sebuah baut tanpa menimbulkan efek yang buruk.  Dua buah baut dapat menahan gaya dua kali lipat besarnya, dan seterusnya.

Proof load

Beban aman maksimum yang dapat diberikan tanpa menyebabkan perubahan bentuk, misalnya bengkok.

Ultimate Tensile Strength (Titik Patah)

Titik dimana baut akan patah.

Yield Point (Titik Bengkok/Tekuk)

  • Titik elastis
  • Bila dilampaui, baut tidak akan kembali ke panjangnya semula.
  • Pada baja, titik ini dicapai bila beban sudah cukup untuk meningkatkan kekuatan fastener sebesar 0,002” untuk setiap inci panjang beban).  Jika setelan sudah ditetapkan, beban yang dibutuhkan tergantung pada grade dari fastener-nya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada gambar tersebut di atas, dua komponen diikatkan dengan menggunakan sebuah baut UNC grade 5 berdiameter ½”.  Yield strength  minimum baut tersebut adalah 17.030 pound.  Baut ini mendapat beban sebesar 15.000 pound.  Segera setelah beban melampaui yield point, baut akan meregang secara permanen.  Akibatnya, bila beban dilepaskan, baut akan kendur.

PERHATIAN:  Apa yang terjadi sekarang adalah seorang mekanik yang sedang melakukan pemeriksaan pemeliharaan (maintenance check) mengencangkan mur (nut) tersebut.  Mesin kembali bekerja dan baut tetap dalam keadaan regang.  Ini dapat menimbulkan bahaya.

Catatan: masih diperlukan 17.030 pound untuk menyebabkan baut patah.

Jika tidak menyebabkan patah yang berbahaya, mekanik akan menemukan baut kendur lagi.  Hal ini dapat menyebabkan mekanik “dongkol”, dan membuat ia menggunakan sebuah “cheater bar” untuk mengencangkan nut.  Jika baut (bolt) patah, ia beruntung, daripada baut tersebut patah pada saat mesin sedang bekerja.  Jika baut tersebut patah, mekanik tersebut dapat menggantikannya dengan baut UNC grade 5 berdiameter ½” dan prosesnya dari awal lagi.  Jika ia pikir baut tersebut tidak cukup kuat, ia dapat menggantinya dengan baut yang berukuran sama tetapi dari grade yang lebih tinggi.  Atau, ia dapat membor lubang yang lebih besar dan memasang baut yang mempunyai grade sama tetapi berdiameter lebih besar.  Kadang-kadang cara ini tidak praktis, beban jepit (clamping load) yang lebih besar dapat saja diperoleh dengan menggunakan fastener yang berdrat halus (fine thread


fastener).  Jangan lupa, penambahan sedikit saja diameter akan menentukan bertambahnya kekuatan baut dengan grade yang sama.

 

 

 

 


 

 

(Cara Mengukur Torsi)

 

3.      Torsi dan Cara Menghitung Torsi

Torsi adalah usaha putar (turn effort) yang dinyatakan dalam gaya dikalikan jarak, yaitu Imp, pound-feet (lb-ft) atau foot-pound (ft-lb) Metric, Newton-meter (Nm).

  • adalah cara untuk mengukur tegangan atau regangan pada fastener yang dibutuhkan untuk mengikat atau menahan ikatan dua komponen atau lebih.

Penghitungan:

Torsi = Gaya x Jarak

Dengan extension:

 

 

 

 

                        L = panjang wrench
                        A = panjang pemuaian
                        Ta = torsi pada ujung extension
                        Tw = torsi yang ditunjukkan oleh torque wrench

Contoh:

Baut (bolt) membutuhkan torsi sebesar 250 ft-lbs (339 Nm)
Panjang torque wrench adalah 2 ft. (0.6m)
Panjang extension adalah 6 inch (0.15m)

                       

Catatan:

Rumus berikut ini dapat digunakan jika kunci (wrench) yang anda gunakan dilengkapi dengan penunjuk torsi dan anda ingin tahu berapa torsi yang sedang diaplikasikan pada baut (bolt).

 

 

 

 

 

4.      Jenis –jenis torque wrench dan cara penggunaannya yang benar

Jenis-jenis Torque Wrench:
  • Beam – membaca defleksi jarum penunjuk (pointer) yang dipasang kepala torque wrench
  • Dial – menunjukkan pada suatu dial bila torsi yang diinginkan sudah dicapai.
  • Click – bila wrench mengeluarkan bunyi “klik”, itu berarti torsi yang ditetapkan sudah tercapai.

Cara Menggunakannya:

  • Untuk mencapai torsi yang tepat, tekanan yang lembut dan terus menerus harus diberikan pada torque wrench.
  • Torque Wrench jenis click harus disetel pada angka (reading) terendah bila sedang tidak digunakan.
  • Jika gerakan pemutaran menjadi loncat-loncat, putar balik dan coba lagi dengan menarik secara konstan (sambung) kemudian bacalah alat pengukur pada saat bergerak.

 

 

 

 

5.  Metode Torque Turn to Yield

  • Banyak pabrik pembuat alat dewasa ini menggunakan cara ini untuk mengatasi ketidakakuratan pemutaran karena friksi menyebabkan 90% torsi.
  • Sebuah torque well dalam batas kunci torsi rata-rata (average torque wrench) dipilih sebagai titik awal (starting point).
  • Dinyatakan                                    75 ft – lbs.

                                                            Plus 90 derajat

                                                            Plus 90 derajat

  • Dapat berupa sebuah baut standar (standard bolt) atau sebuah torque to yield bolt yang sesungguhnya.

 

 

 

6.  Cara-cara Lain Untuk Memperoleh Tegangan yang Tepat

  • Micrometer – mengukur regangan (stretch) baut (bolt) atau stud
  • Indicator – dipasang pada bagian pusat baut (bolt) atau stud

–          jika indikator longgar, maka tegangan tidak tepat.

 

 

 

 

7.  Masalah-masalah dalam menjaga Torsi yang Tepat

 
Soft washer
  • Mengompres lebih lanjut dibawah impak, beban siklus, atau getaran yang menyebabkan baut (bolt) releks – dan kehilangan beban awal (pre-load).

Benjolan-benjolan (burrs) dan Ujung-ujung yang Tajam.

  • Baut yang baik mempunyai jari-jari yang lebih kecil dari kepala (head) untuk mendistribusikan beban pada kepala dan mengurangi pemusatan tekanan.
  • Pembuatan lubang pada sepotong baja akan menyisakan benjolan logam yang tajam.  Jika filet ini tersentuh, maka kepala dapat terpisah dari batang (shank).


 

 

Pemecahan:

  • Gerus (chamfer) bagian atas lubang atau besarkan ukuran lubang 1/32” sampai 1/16”.
  • Yang paling mudah adalah dengan menggunakan sebuah flat washer, bagian yang bundar flat washer menghadap ke kepala baut untuk melindungi filet.

Penggunaan Ulang Fastener dalam Aplikasi yang Kritis.

  • Sebah mur (nut), setelah diputar satu kali, tidak akan pernah pas lagi, walaupun dengan baut yang baru.  Semakin banyak friksi yang diberikan mur (nut) pada baut (bolt), maka gaya ikatnya pada baut akan berkurang.

 

 

 

 

 

  • Gaya jepit asli hanya dapat diperoleh hanya jika mur (baut)-nya baru.
  • Masing-masing ulir pada fastener mengakomodasi besar regangan tertentu.
  • Jika hanya sedikit ulir yang muncul untuk mencapai regangan total, maka usia fungsi-nya akan berkurang.
  • Cap screw harus diputar ke dalam ulir sampai 1 1/2 kali diameternya.
  • Drat baut yang menonjol dari mur (nut) tidak boleh melebihi tebal 2 flat washer.
Panjang Baut (Bolt) dan Cap Screw yang Tidak Memadai

 

 

 

 

Impact Wrench
  • Mur (nut) yang berputar pada kecepatan tinggi akan berhenti dengan tiba-tiba jika membentur benda kerja.
  • Dapat menyebabkan timbulnya takikan pada akar ulir dan juga merusak filet di bawah kepala baut.
  • Waktu yang “aman” untuk menggunakan impact wrench adalah setelah mur (nut) betul-betul sudah menyentuh benda kerja.

 

 

Soal-soal Latihan

Usahakan menjawab semua soal tanpa membuka modul.  Jika anda kesulitan menjawab soal-soal, baca kembali modul dan jawab lagi soal.  Jangan lupa menggunakan satuan jika dibutuhkan untuk hitungan.

Setelah menjawab soal-soal latihan ini, cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian akhir modul.

1)      Pilih pernyataan yang benar.

  1. Titik belok (yield point) adalah titik dimana baut (bolt) akan patah.
  2. Proof load adalah beban dimana baut (bolt) tidak akan kembali ke panjangnya semula.
  3. c.       Clamp load adalah besar gaya yang dapat ditahan oleh baut (bolt) tanpa menimbulkan efek yang buruk.

2)      Jelaskan definisi torsi (torque)

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

3)      Tuliskan rumus untuk menghitung torsi.

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

4)      Dengan menggunakan rumus menghitung torsi, hitunglah torsi yang diaplikasikan pada wrench di bawah ini.

Panjang wrench = 18 inch

Gaya = 150lbs.

 

 

5)      Sebutkan 3 jenis torque wrench.

  1.  
  2.  
  3.  

6)      Besar friksi adalah ___________ dari torsi.

  1. 75%
  2. 90%
  3. 10%
  4. 50%

7)      Baut khusus harus digunakan dengan menggunakan metode torque turn to yield.

  1. Benar
  2. Salah

8)      Sebutkan dua cara mencapai tegangan baut (bolt) yang tepat

  1.  
  2.  

9)      Bagaimana cara yang baik untuk memasang sebuah flat washer?

  1.  
  2.  

10)  Seberapa jauh sebuah cap screw diputar masuk ke dalam drat?

 

 

 

 

Iklan

fastener 5 politeknik negri balikpapan {persembahan by ilyas }

Set Screw dan Lock Wire

 

Tujuan Pelajaran

Setelah menamatkan modul ini dengan berhasil, siswa diharapkan mampu mengidentifikasi dan menggunakan fastener yang tidak berdrat (non-threaded fastener).

 

Kriteria Penilaian

  1. Mampu mengidentifikasi dan menjelaskan tentang cara menggunakan rivet.
  2. Mampu mengidentifikasi dan menjelaskan tentang cara menggunakan safety pin.
  3. Mampu mengidentifikasi dan menjelaskan tentang cara menggunakan key.
  4. Mampu mengidentifikasi dan menjelaskan tentang cara menggunakan snap ring.
  5. Mampu mengidentifikasi dan menjelaskan tentang cara menggunakan set screw.
  6. Memahami fungsi dan prosedur penggunaan lock wire.
  7. Memahami cara menggunakan lock wire untuk mengunci/mengikat dua fastener.
  8. Memahami cara menggunakan clamp.
  9. Mampu mengidentifikasi dan menjelaskan tentang cara menggunakan specialty fastener.

 

Penilaian

Setelah menamatkan modul ini, anda diminta menjawab dengan benar Soal-soal Latihan dan lulus test kemampuan (competency test).


Pendahuluan

 

 

Rivet

  • Komponen yang dimaksudkan untuk dipasang secara permanent dan sering dipasang bersama dengan rivet.
  • Rivet sangat serbaguna dan berharga murah.
  • Rivet kompak digunakan sebagai baut untuk mengikat dua objek/komponen satu sama lain.
  • Rivet dimasukkan ke dalam lubang yang sudah dibor lebih dulu dan kepala yang satunya lagi dibentuk pada ujung yang satunya dengan memalu (hammering).
  • Kepala kedua juga dapat dibentuk dengan mesin paku keling (riveting machine)
  • Rivet harus ditopang dengan kuat pada bagian kepalanya.  Jika tidak, rivet akan longgar.

 

 

Blind Rivet

  • Blind rivet digunakan untuk jenis pekerjaan ringan.
  • Blind rivet digunakan bila titik sambung/kontaknya hanya dapat diakses dari satu sisi.
  • Beberapa jenis rivet membutuhkan alat pemasangan khusus.

 

 

  • Alat ini digunakan untuk mendorong batang melalui lubang bodi rivet sehingga membentuk kepala kedua.
  • Batang yang tersisa kemudian dipotong.

 

 

 

 

  • (B) Ada jenis rivet yang mempunyai batang di bagian tengahnya yang didorong dengan menggunakan palu untuk memekarkan ujung yang satunya lagi.
  • (C) Jenis lain blind rivet (tidak umum) adalah rivet yang bagian ujungnya yang berlubang diisi dengan bahan peledak.  Bila dipicu dengan panas atau arus listrik, bahan peledak ini akan meledak dan memekarkan bagian ujung rivet tersebut.

 

Pin Pengaman (Safety Pin)

 

 

 

 

  • Pin digunakan untuk mengikat dua komponen atau dapat juga digunakan sebagai alat pengunci pada fastener yang lain.
  • Clevis pin digunakan untuk melekatkan/mengikat lebih dari satu komponen yang mempunyai dua pivot.
  • Clevis pin dimasukkan ke dalam lubang yang sudah dibor lebih dulu.
  • Clevis pin  mempunyai satu kepala pada satu ujungnya dan batang yang berlubang pada ujung lainya.
  • Pin dikencangkan dengan menggunakan sebuah cotter pin melalui lubang pin.

 

 

  • Cotter pin adalah pin yang terbuat dari logam lunak yang dilipat dari titik tengahnya.
  • Bila dilipat, pin ini akan membentuk mata pada salah satu unjungnya.  Mata ini berfungsi untuk menahan ujung pin pada salah satu mulut lubang batang baut, dan juga digunakan untuk memudahkan pelepasan pin dari lubang batang baut.
  • Setelah pin menonjol dari mulut lubang batang baut yang satunya, kedua ujung lembaran pin ditekuk ke arah yang berlawanan satu sama lain untuk mengunci pin.
  • Panjang pin beragam sesuai dengan aplikasinya.
  • Pin tidak boleh digunakan ulang.

 

 

  • Spring pin atau roll pin digunakan untuk mengikat/melekatkan dua objek/komponen yang berbeban ringan.
  • Hollow pin adalah pin yang berbentuk selonsong dibelah dan terbuat dari baja pegas.
  • Ditahan dengan interference fit dan harus didorong atau ditekan ke posisi yang semestinya.
  • Ujung-ujungnya dilepas dengan menggunakan (pin punch).
  • Spring pin diukur berdasarkan diameter dan panjangnya, dalam standar imperial maupun metrik.

 

 

 

  • Dowel Pin digunakan untuk mengepas/meluruskan dua komponen.
  • Dowel pin berfungsi sebagai interference fit dan dapat terbuat dari baja kompak atau berbentuk pipa (berlubang).
  • Digunakan secara permanen dan tidak boleh diganti kecuali sudah rusak.
  • Dowel pin tidak mengikat komponen-komponen, tetapi tetap melekat pada baut (bolt) atau cap screw.

 

 

  • Shear Pin dirancang untuk menahan beban.
  • Umumnya digunakan pada poros yang menggerakkan komponen-komponen lain, misalnya puli.
  • Jika beban melampaui batas, pin ini akan patah dan poros tidak dapat lagi menggerakkan puli.
  • Shear pin digunakan untuk mencegah kerusakan pada komponen-komponen lain bila beban rancangan terlampaui.
  • Shear pin umumnya terbuat dari logam lunak. (seperti kuningan, aluminium, dan baja lunak).

 

  • Spring locking pin dan quick lock pin disebut juga convenient pin
  • Jenis pin ini dapat dilepas dengan cepat tanpa menggunakan alat dan tidak dapat digunakan ulang.
  • Jenis pin ini digunakan bila komponen-komponen sering dihubungkan dan dihubungkan kembali (seperti hitch).

 

   

 

Kunci (Key)

  • Mirip dengan shear pin, digunakan sebagai kunci.  Kunci masuk ke dalam alur yang terdapat pada poros, dan menonjol di atas permukaan, masuk ke dalam alur pasangannya yang terdapat pada gear atau puli sehingga gear atau poros dapat digerakkan.
  • Alur tersebut di atas dinamakan jalur/lubang kunci (key way).
  • Ada dua model kunci, kunci balok (square key) dan kunci busur/setengah lingkaran (woodruff key).
  • Square key menggunakan lubang kunci lurus yang terdapat pada kedua komponen.
  • Woodruff key masuk ke dalam lubang kunci yang berbentuk setengah lingkaran yang terdapat pada poros dan gear akan memiliki lubang kunci lurus.
  • Square key dapat dipasang setelah gear diilekatkan pada poros.
  • Kunci-kunci ini berfungsi sebagai interference fit yang biasanya membutuhkan alat penarik (puller) atau alat kempa (press) untuk melepas dan memasang komponen.

 

 

Sebuah key dan keyway pada gear dan shaft.

Snap Ring

  • Ada dua jenis snap ring, internal dan eksternal.
  • Terbuat dari baja pegas dan kadang-kadang membutuhkan alat khusus untuk memasang dan melepasnya.
  • External snap ring masuk ke dalam alur yang berbentuk lingkaran pada poros.  Digunakan untuk menahan agar poros tidak goyang atau menahan komponen agar tetap lekat pada poros.
  • Internal snap ring masuk ke dalam alur yang berbentuk lingkaran yang tembus ke dalam lubang.  Jenis ring ini berfungsi untuk menahan agar pin atau poros tidak keluar dari lubang.

 

 

 

 

 

Set Screw (Grub Screw)

  • Jenis sekerup ini umumnya digunakan untuk menahan kancing (collar), puli, gear, atau sejenisnya agar tidak bergerak pada sebuah komponen penggerak yang berputar.
  • Biasanya disekerupkan pada suatu permukaan datar atau ke dalam sebuah lubang kecil yang terdapat pada poros.

Jenis-jenis kepala:

  • Berbentuk segi enam (hex), bujur sangkar (square), beralur (slotted) atau Allen wrench socket.

Jenis-jenis ujung/mata:

Dari yang paling tumpul sampai yang paling lancip.

  • Ujung yang berbentuk moncong anjing (dog point) yang masuk ke dalam lubang pada poros.
  • Ujung berbentuk mangkok (cup) atau kerucut (cone) yang umumnya menaikkan bejolannya untuk mencegah komponen-komponen yang diikat agar tidak terpisah.
  • Ujung yang berbentuk rata (flat) atau oval, yang paling baik digunakan bila pekerjaan penyetelan sering dilakukan.

 

Deskripsi:

  • Bahannya sangat kuat
  • Tahan panas
  • Dratnya ada yang kasar dan halus, sama seperti machine screw.

 

 

 

 

 

Kawat Pengunci (Lock Wire)

  • Digunakan untuk mencegah penyetelan yang tidak melalui prosedur pada komponen-komponen tertentu, seperti pompa injeksi bahan bakar (fuel injection pump), penyetelan bahan bakar dan kecepatan.
  • Digunakan untuk mencegah agar fastener tidak bergerak dan jatuh bila longgar karena sesuatu hal.
  • Jika dipasang dengan benar, lock wire  akan menopang alat pengunci lain dalam menjaga daya ikat fastener.

 

 

 

Persyaratan Umum
  • Lock wire harus dipasang dengan kuat/kencang.
  • Lock wire tidak boleh mengemban beban secara berlebihan
  • Tegangan lock wire harus diusahakan mengencangkan komponen yang dikuncinya
  • Ujung-ujung lock wire harus dilipat keluar jalurnya untuk menghilangkan tonjolan yang tajam.
  • Lock wire tidak boleh menembus atau menghambat saluran aliran.
  • Gambar di bawah ini memperlihatkan cara yang benar untuk menggunakan lock wire.  Setiap fastener yang berlubang dikunci dengan cara ini.
Metode

Catatan:

Fastener harus diikat secara berpasangan (termasuk lingkaran baut).  Jika jumlahnya ganjil, yang terakhir dapat diikat tiga kali.

Gunakan:

  • Bahan kawat yang dirancang khusus, yang diberi tanda “lock wire”.
  • Semua petunjuk yang berbunyi “CW / ulir – clockwise” atau “CCW – counter clockwise) harus dibalik untuk fastener yang dratnya mengarah ke kiri.

 

Lockwire yang disegel pada pompa injeksi bahan bakar disel

 

Penempatan (Positioning)

  • Untuk drat yang mengarah ke kanan, lubang yang digunakan untuk pengikatan harus terletak ulir di antara angka dua dan angka enam pada jam tali/kawat melalui titik pusat lingkaran batang baut yang hendak dikunci.

1.   Masukkan satu ujung melalui kepala baut.  Lipat bagian ujung luarnya di sekeliling kepala (dalam arah putar yang searah dengan jarum jam untuk drat yang mengarah ke kanan).  Puntir kawat searah jarum jam sambil menjaga tegangan kawat.

  1. Tarik salah satu kawat yang sudah dipilin melalui kepala baut kedua.  Lilitkan kawat yang satunya di sekeliling kepala baut (dalam arah yang berlawanan dengan arah gerakan jarum jam untuk drat yang mengarah ke kanan), dan puntir kedua kawat tersebut.
  2. Potonglah ujung yang lebih dan lekukkan ujung kawat yang sudah dipuntir tersebut pada sisi kepala baut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penjepit (Clamp)

  • Jenis ini sebagian besar berbentuk sederhana dan mudah digunakan.

Kegunaan:

  • Untuk menyambung selang dengan komponen yang terbuat dari logam.
  • Untuk menyambung dua bagian sistem buang (exhaust system).
  • Mengikat loop pada ujung tali kawat.

Yang perlu diperhatikan:

  • Harus diperiksa secara teratur untuk memastikan ikatan yang dibuat tidak longgar oleh getaran atau gerakan.

 

 

 

 

 

 

Fastener Khusus

1)      Spring Clip Jenis Dart

  • Spring clip jenis dart
  • Sebagai pengganti beberapa komponen (bolt, washer, dan nut)
  • Dipasang dibawah tegangan sehingga tidak akan longgar oleh getaran.
  • Sebagian besar terbuat dari baja, keras, dan elastis.
  • Beberapa terbuat dari plastik bila hendak digunakan untuk menahan beban yang tidak berat.

 

 

 

 

  1. Memiliki kemampuan menahan sedang, mudah digunakan pada komponen-komponen yang halus.
  2. Lebih kuat
  3. Terbuat dari bahan plastik
  4. Dapat mengisolasi,
  5. Dapat digunakan ulang
  6. Mudah disisipkan
  7. Kuat, dapat dilepas dengan mengunakan obeng (screwdriver)

 

  1. 2.            Penahan Kabel (Cable Retainer) dan Penahan Pipa (Tube Retainer)
  • Digunakan untuk menahan bundel kawat, harnes kawat, dan pipa pada posisinya.
  • Dipasang dari bagian depan dengan menggunakan tegangan pegas (spring tension), tidak perlu mengakses bagian belakang panel.


 

  1. Penahan bundel – jenis dart yang terbentuk terpisah.
  2. Clip yang lebih sederhana – bagian atas lebih besar.
  3. Clip berlengan dua – satu berduri untuk mencengkeram panel, yang lainnya menahan bundel.
  4. Penjepit (clamp) yang didukung bahan perekat – menahan tanpa lubang di dalam panel.

Penjepit plastik fleksibel – menahan sendiri (self-retaining) untuk berbagai ukuran.

 

 

3.      Pengikat yang Terbuat dari Plastik (Plastic Fastener)

  • Bolt (baut), nut (mur), screw (sekerup), rivet (paku keling), dan bagian-bagian khusus.
  • Dirancang untuk menahan, menghubungkan, atau merakit satu atau lebih komponen.
  • Sesuai dengan standar ukuran, klas drat dan setelan fastener yang terbuat dari logam.

 

Keunggulan:

  • Usia pakai yang panjang
  • Biaya pemeliharaan rendah
  • Rancangannya fleksibel
  • Tahan terhadap karat
  • Tidak mengalirkan arus listrik
  • Mampu mengunci sendiri (self locking)
  • Mampu menyegel sendiri (self-sealing)
  • Tidak beracun
  • Berat sedang
  • Tahan zat kimia
  • Tidak mudah terbakar
  • Pemasangannya cepat

 

 

 

.

1)      Sebutkan 4 (empat) jenis rivet.

  1. ___________________________________________________________________

b. ___________________________________________________________________

  1. ___________________________________________________________________

d. ___________________________________________________________________

2)      Untuk apa rivet digunakan sebagai pengganti baut (bolt)?

Komponen yang dimaksudkan untuk dipasang secara permanent dan sering dipasang bersama dengan rivet.

Rivet sangat serbaguna dan berharga murah.

Rivet kompak digunakan sebagai baut untuk mengikat dua objek/komponen satu sama lain.

3)      Sebutkan nama pin pengaaman (safety pin) berikut ini.

cotter pin

spring lock pin

 lock pin

4)      Sebutkan 2 jenis kunci (key)

  1. Square key dan woddruff key

5)      Sebutkan 4 jenis snap ring

6)     

7)      Sebutkan 4 jenis set screw.

 

 

 

 

8)      Sebutkan 3 tujuan penggunaan lock wire?

-Digunakan untuk mencegah penyetelan yang tidak melalui prosedur pada komponen-komponen tertentu, seperti pompa injeksi bahan bakar (fuel injection pump), penyetelan bahan bakar dan kecepatan.

-Digunakan untuk mencegah agar fastener tidak bergerak dan jatuh bila longgar karena sesuatu hal.

-Jika dipasang dengan benar, lock wire  akan menopang alat pengunci lain dalam menjaga daya ikat fastener.

 

9)      Sebutkan tiga kegunaan penjepit (clamp).

-Untuk menyambung selang dengan komponen yang terbuat dari logam.

-Untuk menyambung dua bagian sistem buang (exhaust system).

-Mengikat loop pada ujung tali kawat.

 

Perang Kaum Suka game strategy?? mau online?? Jangan sampai ketinggalan yang ini. Saya akan memperkenalkan game online strategy yang menurut saya sendiri seru. Bagi para penggemar game strategy online pasti tau dong travian. Jangan mau kalah ketinggalan. Sekarang ada game terbaru yang beberapa waktu yang lampau diluncurkan. Game ini tak jauh berbeda dengan game travian. Tetapi perang kaum ini memiliki keunggulan. Dalam game ini populasi lebih cepat berkembang. Tak hanya kaku gamenya tetapi dilengkapi dengan gambar flash playernya :) Game ini memiliki keseruan tersendiri bagi penggemar game strategy online. Perbedaan dengan game travian adalah 1. Ksatria dapat menggunakan berbagai senjata yang telah disediakan oleh pihak game. Kalau dalam travian para ksatria dapat naik level, dalam game ini para ksatria diukur levelnya dari senjata yang ia punya. Contoh gambar dibawah ini ksatria yang sedang menggunakan senjata pedang. 2. Bangsa dalam game ini adalah satu tipe bangsa. Walau hanya satu bangsa tetapi game ini memiliki pasukan yang tipenya lebih banyak. 3. Tipe pasukan dalam game perang kaum ini lebih banyak jenisnya. Contohnya : pasukan di barak: pasukan tombak : Pasukan tombak adalah pasukan paling sederhana. Pasukan tombak berguna terutama dalam bertahan dari serangan pasukan berkuda. pasukan pedang : Pasukan pedang sangat efektif terutama ketika bertahan menghadapi infantri, namun bergerak relatif lambat. pasukan kapak : Pasukan Kapak adalah pasukan penyerang yang kuat. Para prajurit yang ganas ini berlari menghampiri pasukan musuh sambil berteriak lantang. pemanah : Pasukan Pemanah adalah pasukan bertahan yang sangat efektif. Hujan panah mereka bahkan mampu menembus baju zirah. pasukan di istal : pandu : Pandu menyusup ke desa musuh untuk mengumpulkan informasi. pasukan kalvaleri : Pasukan kavaleri berguna terutama untuk serangan mendadak terhadap desa musuh. pemanah berkuda : Pasukan pemanah berkuda sangat berguna untuk menyingkirkan pasukan pemanah musuh yang berada di atas tembok. pasukan zirah : Pasukan zirah adalah pasukan elitmu. Prajurit yang sebagian besar bangsawan ini membawa senjata yang diperkeras dan baju zirah yang kuat. pasukan di bengkel : senjata pendobrak : Senjata pendobrak mendukung serangan pasukanmu dengan merusak tembok pertahanan musuh. senjata pelontar : Senjata pelontar sangat berguna untuk menghancurkan bangunan musuh.

contoh makalah poros

POROS

lk

Dikerjakan Oleh:

Nama: ACHMAD ILYAS MAWARDI
120309167091

Kelas : 1 TMAB 1

POLITEKNIK NEGRI
BALIKPAPAN, 2012

Dosen Mata kuliah
ELEMEN MESIN
Drs. Ir BARNAT SLANTURI

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………..i

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………ii

BAB I: PENDAHULUAN

Latar Belakang…………………………………………………………1
Rumusan Masalah……………………………………………………..2
BAB II: PEMBAHASAN

A. Penjelasan tentang poros…………………………….…………………………3
B. Fungsi poros………………………………..…………………………………4
C. Jenis-jenis poros…………………………………….………………….….5
C.1 Gandar ………………………………………………………………………………6
C.2 Spindle ………………………………………………………………………………7
C.3Poros Transmisi ……………………………………………………………………8
C.4Poros Engkol………………………………………………………………………..9
D. Bahan yang di gunakan untk membuat poros………………………………………10
E. Cara pembentukan / pembuatan poros…………………………………………………11
F. Gaya yang berkerja pada poros…………………………………………………………..12
G. Beban pada poros…………………………………………………………………………….13
H. Kekuatan poros, Kekakuan poros dan Putaran kritis pada poros…………….14
I. Korosi pada poros……………………………………………………………………………..15
BAB III: PENUTUP…………………………….……………………………………16
DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT karena alhamdulillah saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Adapun berbagai kekurangan yang terdapat dalam makalah ini saya mohon maaf karna kesempurnaan hanya milik Allah semata sementara salah dan hilaf merupakan sifat manusia. Hal-hal yang dikemukakan dalam makalah ini terdapat dari beberapa sumber media online sesuai yang tertera pada daftar pustaka makalah ini. Segala kritik dan saran yang membangun selalu diharapkan penulis.

Wassalam Wr. Wb.

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Poros adalah suatu bagian stasioner yang beputar, biasanya berpenampang bulat
dimana terpasang elemen-elemen seperti roda gigi (gear), pulley, flywheel,
engkol, sprocket dan elemen pemindah lainnya. Poros bisa menerima beban
lenturan, beban tarikan, beban tekan atau beban puntiran yang bekerja sendiri-
sendiri atau berupa gabungan satu dengan lainnya. (Josep Edward Shigley, 1983)

Poros dalam sebuah mesin berfungsi untuk meneruskan tenaga melalui putaran
mesin. Setiap elemen mesin yang berputar, seperti cakra tali, puli sabuk mesin,
piringan kabel, tromol kabel, roda jalan, dan roda gigi, dipasang berputar terhadap
poros dukung yang tetap atau dipasang tetap pada poros dukung yang berputar.

Adapun poros engkol yang dalam sejarah poros engkol di temukan oleh insinyur
muslim yang bernama al-Jazari Ia dipanggil Al-Jazari karena lahir di Al-Jazira,
sebuah wilayah yang terletak di antara Tigris dan Efrat, Irak. Seperti ayahnya ia
mengabdi pada raja-raja Urtuq atau Artuqid di Diyar Bakir dari 1174 sampai
1200 sebagai ahli teknik.

2. Rumusan Masalah
Penjelasan tentang poros

Fungsi poros

Jenis-jenis poros

Gandar

Spindle

Poros Transmisi

Poros Engkol

Bahan yang di gunakan untk membuat poros

Cara pembentukan / pembuatan poros

Gaya yang berkerja pada poros

Beban pada poros

Kekuatan poros, Kekakuan poros dan Putaran kritis pada poros

Korosi pada poros

BAB II
PEMBAHASAN
A. Penjelasan tentang poros
Poros adalah suatu bagian stasioner yang beputar, biasanya berpenampang bulat
dimana terpasang elemen-elemen seperti roda gigi (gear). Poros bisa menerima
beban lenturan, beban tarikan, beban tekan atau beban puntiran yang bekerja
sendiri-sendiri atau berupa gabungan satu dengan lainnya. (Josep Edward Shigley,
1983)

Poros adalah komponen mesin yang vital. Sebuah poros adalah bagian mesin yang
berputar yang digunakan untuk memindahkan daya dari satu tempat ke tempat yang
lain.
Tenaga yang dipindahkan pada poros oleh sebuah gaya tangensial dan menghasilkan
momen putar yang dipasang dalam tenaga yang diijinkan untuk dipindahkan pada
beberapa mesin yang terhubung pada poros.
Untuk memindahkan tenaga dari poros ke lainnya, berbagai komponen seperti puli,
roda gigi, dan lain-lain dipasang pada poros. Komponen yang dipasang di poros.
Selain tenaga putar, ada beban lain yang harus diterima poros yaitu beban dukung

Contoh sebuah poros dukung yang berputar, yaitu poros roda kereta api, As gardan,
dan lain-lain.

B. Fungsi poros
Poros dalam sebuah mesin berfungsi untuk meneruskan tenaga bersama-sama dengan putaran. Setiap elemen mesin yang berputar, seperti cakara tali, puli sabuk mesin, piringan kabel, tromol kabel, roda jalan dan roda gigi, dipasang berputar terhadap poros dukung yang tetap atau dipasang tetap pada poros dukung yang berputar. Contohnya sebuah poros dukung yang berputar , yaitu poros roda keran berputar gerobak.

C. Jenis-jenis poros
Poros Transmisi

Poros ini memindahkan tenaga antara sumber dan mesin yang

menyerap tenaga. Poros lurus, poros counter, poros overhead dan semua poros

pabrikan adalah poro transmisi. Karena poros ini membawa bagian mesin seperti puli,

roda gigi, dan lainnya, maka akan menyebabkan bengkokan yang menyebabkan

putus.

Poros Mesin

Poros ini adalah bagian dari mesin itu sendiri. Poros engkol adalah contoh dari poros mesin.

C.1 Gandar
Gandar merupakan poros yang tidak mendapatkan beban puntir, fungsinya hanya sebagai penahan beban, biasanya tidak berputar. Contohnya seperti yang dipasang pada roda-roda kereta barang, atau pada as truk bagian depan.

C.2 Spindle
Poros transmisi yang relatif pendek, seperti poros utama mesin perkakas, di mana
beban utamanya berupa puntiran, disebut spindle. Syarat yang harus dipenuhi poros
ini adalah deformasinya harus kecil dan bentuk serta ukurannya harus teliti.

C.3 Poros Transmisi
Poros transmisi berfungsi untuk memindahkan tenaga mekanik salah satu elemen
mesin ke elemen mesin yang lain. Poros transmisi mendapat beban puntir murni atau
puntir dan lentur yang akan meneruskan daya ke poros melalui kopling, roda gigi, puli
sabuk atau sproket rantau, dan lain-lain.

C.4 Poros Engkol
Poros engkol merupakan bagian dari mesin yang dipakai untuk merubah gerakan naik
turun dari torak menjadi gerakan berputar. Poros engkol yang kecil sampai yang
sedang biasanya dibuat dari satu bahan yang ditempa kemudian dibubut, sedangkan
yang besar-besar dibuat dari beberapa bagian yang disambung-sambung dengan cara
pengingsutan.
Didalam praktek dikenal 2 macam poros engkol yaitu :
a.      Poros Engkol Tunggal
Poros ini terdiri dari sebuah poros engkol dan sebuah pen engkol. Kedua-duanya
diikat menjadi satu oleh pipi engkol yang pemasangannya  menggunakan cara
pengingsutan. Pipi engkol biasanya dibuat daripada baja tuang, sedangkan pen
engkolnya dari pada baja St.50 atau St.60. jarak antara sumbu pen engkol dengan
sumbu poros engkol adalah setengah langkah torak.
b.      Poros Engkol Ganda
Poros engkol ini mempunyai 2 buah pipi engkol terdiri dari satu bahan sedang
pemasangan poros engkolnya  adalah dengan sambungan ingsutan. Poros-poros 
engkol ini bahan dibuat dari besi tuang khusus. Disamping harga pembuatannya  lebih
ringan, besi tuang itu mempunyai sifat dapat menahan getaran-getaran.

D. Bahan yang di gunakan untk membuat poros
Poros yang biasa digunakan untuk putaran tinggi dan beban yang berat pada umumnya dibuat dari baja paduan (alloy steel) dengan proses pengerasan kulit (case hardening) sehingga tahan terhadap keausan. Beberapa diantaranya adalah baja khrom nikel, baja khrom nikel molebdenum, baja khrom, baja khrom molibden, dll. Sekalipun demikian, baja paduan khusus tidak selalu dianjurkan jika alasannya hanya karena putaran tinggi dan pembebanan yang berat saja. Dengan demikian perlu dipertimbangkan dalam pemilihan jenis proses heat treatment yang tepat sehingga akan diperoleh kekuatan yang sesuai.

E. Cara pembentukan / pembuatan poros
Poros umumnya dibentuk dengan pengerolan panas dan difinishing untuk

mendapatkan ukurannya dengan proses dingin atau pembubutan dan gerinda. Poros

yang diroll dingin lebih kuat daripada poros yang diroll panas tapi dengan tegangan

sisalebih tinggi

F. Gaya yang berkerja pada poros
Di dalam poros terdapat beberapa gaya antara lain : gaya dalam akibat beratnya (W) yang selalu berpusat pada titik gravitasinya. Gaya (F) merupakan gaya luar arahnya dapat sejajar dengan permukaan benda ataupun membentuk sudut α dengan permukanan benda. Gaya F dapat menimbulkan tegangan pada poros, karena tegangan dapat rimbul pada benda yang mengalami gayagaya. Gaya yang timbul pada benda dapat berasal dari gaya dalam akibat berat benda sendiri atau gaya luar yang mengenai benda tersebut. Baik gaya dalam maupun gaya luar akan menimbulkan berbagai macam tegangan pada kontruksi tersebut.

G. Beban pada poros
      Poros dengan Beban Puntir
Daya dan perputaran, momen puntir yang akan dipindahkan oleh poros dapat
ditentukan dengan mengetahui garis tengah pada poros.
Apabila gaya keliling F pada gambar sepanjang lingkaran dengan jari-jari r
menempuh jarak melalui sudut titik tengah α (dalam radial), maka jarak ini adalah r ·
 , dan kerja yang dilakukan adalah F.
Gaya F yang bekerja pada keliling roda gigi dengan jari-jari r dan gaya reaksi pada
poros sebesar F merupakan suatu kopel yang momennya Mw = F.r. Momen ini
merupakan momen puntir yang bekerja dalam poros.
 
  

  Poros dengan Beban Lentur Murni
Poros dengan beban lentur murni biasanya terjadi pada gandar dari kereta tambang
dan lengan robot yang tidak dibebani dengan puntiran, melainkan diasumsikan
mendapat pembebanan lentur saja. Meskipun pada kenyataannya gandar ini tidak
hanya mendapat beban statis, tetapi juga mendapat beban dinamis.
   

 

Poros dengan Beban Puntir dan Lentur
Poros dengan beban puntir dan lentur dapat terjadi pada puli atau roda gigi pada
mesin untuk meneruskan daya melalui sabuk, atau rantai. Dengan demikian poros
tersebut mendapat beban puntir dan lentur akibat adanya beban. Beban yang bekerja
pada poros pada umumnya adalah beban berulang. Jika poros tersebut mempunyai
roda gigi untuk meneruskan daya besar, maka kejutan berat akan terjadi pada saat
mulai atau sedang berputar. Selain itu beban punter dan lentur juga terjadi pada
lengan arbor mesin frais, terutama pada saat pemakanan.

H. Kekuatan poros, Kekakuan poros dan Putaran kritis pada poros

1.      Kekuatan poros
Poros transmisi akan menerima beban puntir (twisting moment), beban lentur
(bending moment) ataupun gabungan antara beban puntir dan lentur.

Dalam perancangan poros perlu memperhatikan beberapa faktor, misalnya :
kelelahan, tumbukan dan pengaruh konsentrasi tegangan bila menggunakan poros
bertangga ataupun penggunaan alur pasak pada poros tersebut. Poros yang dirancang
tersebut harus cukup aman untuk menahan beban-beban tersebut.

2.      Kekakuan poros
Meskipun sebuah poros mempunyai kekuatan yang cukup aman dalam menahan
pembebanan tetapi adanya lenturan atau defleksi yang terlalu besar akan
mengakibatkan ketidaktelitian (pada mesin perkakas), getaran mesin (vibration) dan
suara (noise). Oleh karena itu disamping memperhatikan kekuatan poros, kekakuan
poros juga harus diperhatikan dan disesuaikan dengan jenis mesin yang akan
ditransmisikan dayanya dengan poros tersebut.

3.      Putaran kritis
Bila putaran mesin dinaikan maka akan menimbulkan getaran (vibration) pada mesin
tersebut. Batas antara putaran mesin yang mempunyai jumlah putaran normal dengan
putaran mesin yang menimbulkan getaran yang tinggi disebut putaran kritis. Hal ini
dapat terjadi pada turbin, motor bakar, motor listrik, dll. Selain itu, timbulnya getaran
yang tinggi dapat mengakibatkan kerusakan pada poros dan bagian-bagian lainnya.
Jadi dalam perancangan poros perlu mempertimbangkan putaran kerja dari poros
tersebut agar lebih rendah dari putaran kritisnya,

I. Korosi pada poros
Apabila terjadi kontak langsung antara poros dengan fluida korosif maka dapat mengakibatkan korosi pada poros tersebut, misalnya propeller shaft pada pompa air. Oleh karena itu pemilihan bahan-bahan poros dari bahan yang tahan korosi perlu mendapat prioritas utama.

BAB III
PENUTUP
Poros adalah suatu bagian stasioner yang beputar, biasanya berpenampang bulat
dimana terpasang elemen-elemen seperti roda gigi (gear). Poros bisa menerima
beban lenturan, beban tarikan, beban tekan atau beban puntiran yang bekerja
sendiri-sendiri atau berupa gabungan satu dengan lainnya. berfungsi untuk
meneruskan tenaga bersama-sama dengan putaran.
Jenis-jenis poros :
Poros Transmisi
Poros Mesin
Gandar
Spindle
Poros Transmisi
Poros Engkol
Poros Engkol Tunggal
Poros Engkol Ganda

Bahan yang umumnya digunakan untuk poros adalah baja menengah. Ketika tegangan

tinggi dibutuhkan, maka digunakan baja paduan seperti nikel, krom-nikel atau baja

krom-vanadium.

Beban pada poros:
Poros dengan Beban Punti
Poros dengan Beban Lentur Murni
Poros dengan Beban Puntir dan Lentur

Agar mampu menahan beban puntir dan lentur, bahan poros harus bersifat liat dan ulet agar mampu menahan tegangan geser maksimum sebesar:

Hal-hal penting yang perlu di perhatikan dalam perencanaan poros sebagai berikut :
Kekuatan poros
Kekakuan poros
Putaran kritis
Korosi

DAFTAR PUSTAKA
http://www.wordpress.com
http:// Makalah Poros _ Elemen Mesin I _ Kuliah _ ஜ ۩۞۩ஜ►Nd4s4ch’s Zee Blog™◄ஜ ۩۞۩ஜ
http://PENGERTIAN PERANCANGAN

Dia hilang dia pergi aku sendiri

Dia hilang dia pergi aku sendiri

Sore itu aku dan dia sepulan sekolah bertamu kembali, maklum rumah kami berdekatan . ada yang berbeda dari dirinya , apa ya….? mungkin senyumnya . agak berbeda sedikit tetapi mungkin berbeda bnyak
Aku sampai teringat-ingat trus wajahnya dengan senyumnya yang berbeda membuat aku ingin trus bersamanya
Hahaha…! itu hanya bayangan ku, sejenak ku berdiam, “aku harus berjuang besok” hati kecilku mengumang. Esok adalah hari penentuanjuara lomba mengambar di sekolah ku , mungkin saja aku bisa menang .
Kkrriiingggggg… jam alaram yang sengaja ku pasang berbunyi , aku pun segera bersiap-siap untuk berangkat ke tempat perlombaan. Entah mengapa waktu berjalan lama tak seperti biasanya, biasanya aku selalu ter lambat saat berangkat ke perlombaan baru taun ini saja yang tak terlambat, seakan akan watu berhenti sejenak dan menyapa ku.
Sesampainya di tempat perlombaan ternyata aku hanya sendirian dalam hati ku , aku bertanya mengapa..? kemana semua orang…? . kebetutan di sana ada sapam yang menjaga tanpa berpikirpanjang aku pun langsu bertanya,” maaf pak knapa di sini sepi , kemana semua orang” “dari tadi disini tidak ada orong nak “ jawab sapam tua itu dengan ekspresi keheranan. “ bukanya di sini akan di selengarakan pembagian hadiah hasil lomba melukis…?”sahut ku kembali “iya nak memang benar disini akan di adakan pembagian hadiah itu tapa acara itu akan diadakan jam delapan nanti.” Jawabnya.
“Aku terheran-heran dengan jawaban bapak itu, tadi di rumah ku sudah setengah delapan di tambah perjalanan kesini seharusnya sekarang sudaah jam delapan. Ada apa sebenarnya ini..?” risau ku di dalam hati.
Setelah beberapa lama menunggu orang-orang pun bertambah banyak,waktu pengambilan hadiah telah tiba. Hati ku berdebar kencang, gugup bercampur takut terasa di hati ku. Juara pun di bacakan “ juara pertama Ilyas di mohon maju ke atas pangung “ hati ku yang berdebar usai lah sudahberubeh menjadi gembira. “juara kedua Nur ,juara ke tiga Indhie “ majulah seorang wanita. “yang seorang lagi mana” pembawa acara itu terlihat kebingungan.
Barulah aku ingat wanita yang tak datang itu adalah tetangaku sendiri kalau di rumah dia di pangil yani sedangkan nama panjangnya nuryani sangsung lah aku memgamgkat tangan ku ”dia teman ku boleh kah aku yang membawakan hadiahnya” untunglah panitia percaaya dan menberikan hadiahnya untuk ku.
Setelah pulang aku langsung kerumahnya , aku pangil-pangil tak ada yang menjawab ” ke mana dia sebenarnya” seru ku dalam hati. Di depan pintunya ada sepucuk surat ada tulisan to ilyas tak salah lagi ini pasti surat untuk ku, aku dengan ragu-ragu membaca surat itu ternyata dia telah merencanakan semua ini dari jam ku yang terlalu cepat sampai ketidak hadirannya untuk mengambil hadiah. Sekarang Aku hanya bisa mengingat senyumnya yang indah tanpa bisa melihatnya lagi, dia telah pergi entah kemana tak ada di jelaskan dalam suratnya. Uku hanya bisa berharap dapat dartemu danganya suatu saat nanti karena ada yang ingin ku sampaikanpadanya.

Harvest moon in the poltekba

Harvest moon in the poltekba
Mungkin kemaren saya sudah melewati masa-masa SMA kini saatnya menuju ke tingkat yang lebih tinggi yaitu menjadi mahasiswa, beragam buku tentang bagaimana menjadi mahasiswa telah ku baca dalam suatu buku di sebutkan jika menjadi mahasiswa kita akan menjadi lebih mandiri apakah benar……???? dalam benak saya selalu berkata seperti itu.
Dulu mungkin kita akanmenjadi harves moon in the scool namun kini kita telah menjadi harvest moon in the kampus..hahaha canda aja kok……. ya udah saya mulai artikelnya ni.
Harvest moon in the poltekba
Kampus poltekba melaksanakan pendidikan diploma tiga (D3) dan dalam tiga tahun kita para mahasiswa harus menyelesaikan kuliah kita sama seperti di game harvest moon bedanya disini segala fasilitas sudah tersedia bukan seperti di game harvest moon yang harus memulai dari nol.
Fasilitas yang ada di poltekba di antaranya
1.sarana praktek lengkap untuk semua jurusan
2.perpustakaan
3.internet hotspot
4.mushola
5.lahan parkir yang luas
6.ruang kuliah yang nyaman
Untuk yang suka mengikuti kegiatan organisasi kalau di SMA kan cman ada OSIS dan PMR
di politeknik negri balikpapan memiliki berbagai organisasi di antaranya
1.majelis permusyawaratan mahasiswa (MPM)
2.himpunan mahasiswa jurusan (HMJ)
3. unit kegiatan mahasiswa (UKM)
4.badan esekutif mahasiswa (BEM).

Saya ada pertanyaan ni kepada para pembaca jika kamu di suruh memilih antara kampus yang kamu sukai dan kampus yang suka dengan kamu, pilih mana hayoo……???
_Saran penulis pililah kampus yang menyukai kamu karna belum tentu kampus yang kamu sukai menyukai kamu….. tu kata tmen ku loh…

Mengerti belum tentu bisa melakukannya tetapi kalau bisamelakukanya sudah pasti mengerti
By=ilyas